::Biarkan Anakku Tertawa, Sebelum Tahu Ibunya Sudah Tiada::
Suatu petang ketika orang2 sedang sibuk berebut waktu untuk segera pulang kerumah masing2 setelah melakukan rutinitas pekerjaannya, di sebuah halte busway terlihat seorang bapak dengan 3 anaknya yang masih kecil2.
Mereka sedang menunggu datangnya busway yang sebentar lagi akan membawa mereka pulang.
Ketiga anak itu berusia sekitar 8, 5 dan 3 tahun.
Anak terkecil bagaikan seorang putri, ia begitu cantik dalam dekapan sang bapak. Sedangkan kedua anak lainya yang putra sedang asyik bermain2 kesana kemari. Itulah ciri anak seantero dunia.
Tibalah saatnya busway ditunggu datang.
para penumpang pun seperti robot yang diperintahkan sama bergegas menuju pintu masuk busway, termasuk sang bapak dan ketiga anaknya.
Kemudian keluarga itu dapat duduk di kursi busway yang disusun seperti kereta api listril(KRL). Lalu kedua putranya beranjak dari kursinya dan bermain petak umpet di sela sela tubuh orang dewasa yang sebagian besar mengisi ruang busway itu. mereka sambil berteriak girang.
Terlihat beberapa penumpang yang wajahnya menjadi begitu muram.
Mereka merasa tidak nyaman dengan kegaduhan itu.
Hingga akhirnya ada seorang penumpang pria yang ketus menyatakan protesnya ke sang bapak,
"Pak,tolong anaknya di atur ya, disini kan penumpang juga ingin tenang, sudah capek kerja, eh pulang kok masih aja ada yang ganggu!!".
Lalu sang bapak sambil menggendong putrinya pun menjawabnya dengan senyum,
"Maaf ya mas, ibu mereka baru saja meninggal sore ini di rumah sakit,dan saya belum mengatakan hal ini ke mereka. Nanti begitu sampai rumah saya akan mengatakannya, biarlah mereka merasakan kegembiraan yang menjadi hak mereka, karna saya merasa mereka akan banyak kehilangan kegembiraan setelah tahu bahwa ibu yang biasa mengasuh mereka dan menyayangi mereka setiap saat sudah tidak bersama mereka lagi selamanya, mas tidak keberatan kan, kalau mereka bermain sebentar saja di bus ini?".
Mendengar apa yg dibicarakan sang bapak, sebagian penumpang yang mendengarnya lalu terdiam dan merenung, termasuk sang pria yang baru saja memperotes sang bapak dengan ketus, tiba tiba mereka teringat akan kasih sayang dan kesalahan-kesalahan yang pernah mereka perbuat kepada ibunya.
Diam-diam diantara mereka ada yang menggambil handphone di saku celananya, lalu jari jempolnya membuat bari kalimat, "Ibu apa kabar? besok pagi saya mau pulang menjenguk ibu. Maafkan segala salah saya,ibu"
Kemudian dia mengirimkan sms itu ke nomor ibunya, dan berharap ia masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan ibunya besok...
=>>Raal_21<<=
Rabu, 18 September 2013
Jumat, 13 September 2013
Bagi yang doyan Visual Basic ataupun mau belajar, ini saya kasih satu script untuk membuat Struk Belanja I Hope U Guys Like It!
Dim Bayar As Single
Private Sub cmdBersih_Click()
txtjumlah.Text = ""
txtharga.Text = ""
lblHasil = ""
txtjumlah.SetFocus
End Sub
Private Sub cmdHitung_Click()
Bayar = Val(txtjumlah.Text) * Val(txtharga.Text)
lblHasil = Format (bayar, "Rp ###,###,###") & ",-"
Cmdbersih.Enabled = True
Cmdkeluar.Enabled = True
End Sub
Private Sub cmdkeluar_click()
psn = MsgBox ("Anda yakin akan Keluar", 32 + 4, "Informasi")
If psn = vbYes Then
MsgBox "Terima kasih", 32, "Informasi"
End
Else
If psn = vbNo Then
MsgBox "Lho... Kok Ga jadi", 32, "Informasi"
End If
End If
End Sub
Private Sub Form_Load()
Cmdhitung.Enabled = false
Cmdbersih.Enabled = false
Cmdkeluar.Enabled = false
End Sub
Private Sub txtharga_Change()
bayar = Val(txtjumlah.Text) * Val(txtharga.Text)
On error Resume next
lblhasil = Format (" Rp ") & ",-"
Exit Sub
End Sub
Private Sub txtharga_KeyPress (KeyAscii as integer)
If KeyAscii = 13 then
Cmdhitung.Enabled = True
CmdHitung.SetFocus
Else
If Not (KeyAscii >= Asc("0") And keyAscii <= Asc("9") Or KeyAscii = vbKeyBack) Then
MsgBox "Hanya Boleh Memasukan angka!", 16, "Informasi"
KeyAscii = 0
End If
End If
End Sub
=>>Raal_21<<=
Dim Bayar As Single
Private Sub cmdBersih_Click()
txtjumlah.Text = ""
txtharga.Text = ""
lblHasil = ""
txtjumlah.SetFocus
End Sub
Private Sub cmdHitung_Click()
Bayar = Val(txtjumlah.Text) * Val(txtharga.Text)
lblHasil = Format (bayar, "Rp ###,###,###") & ",-"
Cmdbersih.Enabled = True
Cmdkeluar.Enabled = True
End Sub
Private Sub cmdkeluar_click()
psn = MsgBox ("Anda yakin akan Keluar", 32 + 4, "Informasi")
If psn = vbYes Then
MsgBox "Terima kasih", 32, "Informasi"
End
Else
If psn = vbNo Then
MsgBox "Lho... Kok Ga jadi", 32, "Informasi"
End If
End If
End Sub
Private Sub Form_Load()
Cmdhitung.Enabled = false
Cmdbersih.Enabled = false
Cmdkeluar.Enabled = false
End Sub
Private Sub txtharga_Change()
bayar = Val(txtjumlah.Text) * Val(txtharga.Text)
On error Resume next
lblhasil = Format (" Rp ") & ",-"
Exit Sub
End Sub
Private Sub txtharga_KeyPress (KeyAscii as integer)
If KeyAscii = 13 then
Cmdhitung.Enabled = True
CmdHitung.SetFocus
Else
If Not (KeyAscii >= Asc("0") And keyAscii <= Asc("9") Or KeyAscii = vbKeyBack) Then
MsgBox "Hanya Boleh Memasukan angka!", 16, "Informasi"
KeyAscii = 0
End If
End If
End Sub
=>>Raal_21<<=
Jumat, 19 Juli 2013
3
(TKP)
Kami sampai di sekitar jembatan
ketika seorang perempuan datang ke arah kami seraya melambaikan tangannya.
“Aldo !”
“Rani !” Aldo dan Rani lalu
berpelukan erat. Tak lama kemudian mereka melepaskan pelukannya. “O, ya Aldi,
kenalkan ini Rani, pacarku, Rani, ini Aldi, dan sebelahnya Shinta, sepupu
Aldi,”
“Rani,”
“Aldi,”
“Shinta,”
“O, ya Ran, Aldi ini detektif yang
akan menyelidiki kasus kematian orangtua kamu,” Rani seperti terkjut. Atsmofer
pun mulai berubah. Kenyataan kasus ini makin terbaca.
“Aldo, kenapa si, kamu manggil –
manggil detektif kesini, aku ngga ingin kematian orangtua ku diungkit – ungkit
lagi!”
“Tapi Rani,”
“Ngga ada tapi – tapian!”
“Baiklah nona Rani yang manis, jika
aku tak boleh menyelidiki kasus kematian orangtuamu, bagaimana kalau aku
berkunjung ke rumahmu, anggap saja, aku dan sepupuku bertamu ke rumahmu, dalam
rangka liburan ku kali ini,” Rani tampak sedikit melunak.
“Terserah kalian saja, tapi jika
kalian ingin mencari sesuatu mengenai kematian orangtua ku, kalian tak akan menemukannya!”
“Oke nona manis,” Aku menjawab
ancaman Rani dengan gurauan, sedangkan Shinta dan Aldo terbingung – bingung dengan sifatku yang tak
terpancing emosi walaupun Rani sudah sekasar itu.
“Aldi, aku percayain kasus ini ke
kamu, aku yakin kamu bisa memecahkannya, Rani akhir – akhir ini memang berubah,
ngga kaya Rani yang dulu,”
“O, ya ngomong – ngomong tentang
Rani yang dulu, kamu ada fotonya ngga?”
“Ada nih,” Aku mengambil foto Rani
yang dulu, muungkin sangat dulu sekali, karena, terdapat beberapa perbedaan
dari tubuhnya, jikalau dari sikap, mungkin aku harus mengorek informasi lebih
dalam lagi.
“Kenapa Kak?” Aku tersenyum sembari
memberikan foto Rani yang dulu ke Aldo.
“Shinta, gimana aku ngga senyum,
lihat, pemandangan rumah TKP kasusnya seindah itu,” Ujarku seraya menunjuk
rumah Rani, yang berada hampir di tebing 90°, dan jalan menuku rumah itupun
terjal, namun kanan – kirinya terdapat bunga – bunga yang sangat indah,seperti
bunga anggrek ungu dan putih, bunga dandoffil,
eforbia, dan masih banyak yang
lainnya, jika melihat situasinya, aku teringat lagu lawas yaitu, bukit
berbunga, ‘Di bukit, indah berbunga, kau
mengajak aku ke sana, tangamu, kau sentuh di pundak, membawa aku melangkah, tak
lupa kau petik, bunga warna ungu, lalu kau selipkan di rambutku,’. Aku
tersenyum dengan lagu nostalgia ini.
“Iya kan Do, itu rumahnya Rani?”
“Iya betul, kok kamu tahu si ?”
“Karena kamu telah merani – ranikan
hatiku, ha ha ha… enggak kok, aku lihat Rani tadi berjalan ke arah sana,”
“Lho bukannya kamu tadi lagi
merhatiin fotonya Rani Kak?”
“Bodoh, seorang detektif, tidak
boleh melewatkan satu hal kecilpun”
“Kamu memang hebat Aldi,” Aldo
memujiku, aku jadi tidak enak hati, batinku.
“Sudahlah, lebih baik kita langsung
ke TKP nya, Do,”
“Ayo, mari,” Perjalanan kami menuju
rumah Rani, tidak bisa dianggap mudah, jalannya yang terjal, serta kecuramnnya
cukup membuat adrenalin terpacu, jika aku dan Shinta tidak terbiasa dengan
olahraga yang cukup keras, mungkin, kami sudah pingsan sedari tadi.
“Baiklah kawan – kawan, kita sudah
sampai,”
“Hhhh… capek, eh WAHHH… indah
banget,” Shinta yang sampai duluan langsung mengagumi kuasa tuhan yang sungguh
indah, di bumi Bandung ini. “ Kak Aldi, buruan! Ntar ngga kebagian lho!”
“Iya, pemandangannya ngga lari ini
!” Aku mengamati tempat yang membuatku hampir terperosok tadi. Kucoba
memukulnya dengan tanganku. Terdengar bunyi nyaring seperti kentongan. Aku
terkejut, ternyata, di dalam tebing ini tidak hanya menyimpan misteri tentang
Rani, tapi juga mungkin kenapa sikap Rani berubah dan misteri pembunuhan
orangtua Rani dapat terungkap secepat mungkin.
“Hei nak, bisa lebih cepat sedikit?”
Tiba – tiba halusinasi akan hantu muncul sesaat di kepalaku.
Senin, 15 Juli 2013
1
(Detective Aldi 21)
Hi, guys ! Perkenalkan,
namaku Aldi, Aldiyansyah P. Usiaku 14 tahun, sedangkan kini aku bersekolah di
SMK N 1 Bawang, ex-RSBI. Ya kawan,
gelar sekolah itu sudah di cabut sekarang oleh pemerintah, tapi tak apalah,
kami masih merasa bersekolah di RSBI.
Aku
sangat suka dengan semua cerita mengenai Detektif, tapi yang paling favorit
adalah “Detective Conan” karangan Gosho Aoyama, serta “Sherlock Holmes” karya
Conan Doyle. Sebenarnya, Detective Conan serta Sherlock Holmes itu saling
berkaitan, karena, tokoh utama dalam komik Conan ini (Kudo Shinichi),
diceritakan sangat menyukai Holmes, hingga suatu hari, ia diserang oleh kawanan
berjubah hitam (musuh bebuyutannya nanti), dan diminumi racun APTX4869,
sehingga tubuhnya mengecil seperti anak SD. Nah, setelah kejadian tersebut,
Shinichi pulang kerumahnya, sehingga bertemu dengan Ran, saat ditanyakan
namanya, ia merapat terus hingga menempel ke rak buku yang isinya ribuan (karena
ruangan tersebut hanya diisi buku) ia melihat nama Conan Doyle, serta Edogawa,
jadilah ia menamai dirinya Edogawa Conan ke Ran, kemudian numpang di rumah Ran,
mau tahu selengkapnya ? Baca aja komiknya.
Ya,
sebenarnya aku ingin seperti mereka, namun, belum ada satu kasus-pun yang
menghampiriku, he he he. Dan Liburan kali ini, impianku memecahkan kasus akan
terwujud.
2
(Pertemuan)
Liburan
kali ini, aku berkunjung ke puncak, setelah beberapa hari kerja. Ya, empat hari
lagi memang liburanku usai, tapi, sebenarnya baru saja dimulai. Sampai di
puncak, kami (aku, keluargaku, serta keluarga adik sepupuku,) menyewa villa
yang cukup murah, lalu mengemasi barang – barang kami. Saat aku tengah
mengemasi barang – barangku, aku melihat sosok tinggi, tegap, berpakaian warna
merah, seluruh tubuhnya sepertinya memakai baju anti peluru, dan dibahu kirinya
menyandang AK – 47, sedanngkan
pinggangnya ada sebuah Beretta. Aku
berkata dalam hati, ‘mungkin tentara, berjaga karena sebentar lagi tahun baru’.
Namun dari postur tubuhnya aku pikir sebaya denganku, lalu kudekati saja dia,
dan kusapa.
“Hai!”
Aku melambai padanya.
“Siapa
kamu?!” Ia mengacungkan pistolnya kearah mukaku dengan garang.
“Eits
! Aku datang dengan damai, aku pengunjung villa di belakangku ini, niat ku Cuma
liburan, dan ingin berkenalan denganmu,” Aku mengangkat kedua tangan ku, dan
mengutuk dalam hati ‘sepertinya, pembicaraanku dengan dia akan alot’. Tapi tanpa ku ketahui, dia
menurunkan senjatanya.
“Namaku
Rivaldo, Rein Rivaldo” Ia meletakkan AK –
47-nya
ke tanah.
“Aku
Aldi, Aldiansyah,” Aku mengulurkan tanganku, namun tak ada respon darinya,
sehingga kuurungkan niatku untuk berjabat tangan dengannya. “Kalau boleh tahu,
kenapa kau berpaikan anti peluru lengkap seperti ini? Dan kau juga menyandang
senjata – senjata yang bisa sekali tembak, nyawa menghilang, padahal usiamu
baru sekitar 15 tahun kan? Dari raut wajahmu, sepertinya kau baru saja
kehilangan orang yang kau sangat sayangi?”
“Siapa
kau?” Ia menatap wajahku dengan ekspresi muka tak percaya, serta mengamati
seluruh tubuhku.
“Aku?
Aku ya tadi, Aldi, jangan bilang kau lupa ingatan jangka pendek,” Aku menjawab
pertanyaannya dengan sedikit bergurau.
“Bukan namamu, tapi dirimu yang sesungguhnya, kau
sangat tepat sekali dalam analisismu mengenai aku, apakah kau seorang
detektif?”
Aku
membatin, mengenai ucapannya, ‘wow, analisis secara sedikit mengasal itu tadi
tepat semua? Tak sia – sia aku membaca komik Conan serta novel Sherlock
Holmes’. “Ya, bisa dibilang begitu,”
“Sobat, maukah kau membantuku
memecahkan sebuah kasus untukku, kumohon,” Ia berlutut di hadapanku, aku tak
tahu harus berbuat apa, jadi kujawab dengan sedikit bergurau.
“Hei bung, kau baru saja menodongkan
AK – 47 itu 5 menit yang lalu,
sekarang, kau malah memelas memecahkan kasus,”
“Maafkan aku kalau begitu, sobat,
tapi tolonglah aku,” Aku tak begitu tega untuk mengatakan bahwa aku hanyalah
komikus serta kutu buku yang doyan cerita misteri, memang aku memecahkan
beberrapa kasus, pencurian dan penganiayaan, tapi aku tak yakin bisa
menyelesaikan kasus yang satu ini. “Kumohon detektif, bantulah aku,”.
“Hhhh… baiklah, akan kucoba,
tunggulah sebentar disini,” Aku kemudian bergegas ke dalam villa, untuk
mengambil beberapa alat detektifku. Seperti sebuah tas kecil yang kuletakkan di
belakang dekat pantat kiriku, tas ninja, yang berisi 2 buah kunai, serta sekitar 20 shuriken besi dan alumunium. Aku juga
membawa senter kecil, namun sangat terang dan cukup tahan lama. Dan yang paling
penting bagi seorang detektif, yaitu, lho? Tak ada dlm peralatan detektifku?
Apakah aku meninggalkannya di Jakarta?
“Shinta !!!”
“Apa?” Seorang gadis berjalan ke
arah kamarku.
“Lihat buku catatanku ngga?” Tanyaku
sembari mengobrak – abrik tasku.
“Oh buku catatan yang ini?” Ujarnya
seraya mengibas – ngibaskannya di depan mukaku.
“Kembalikan !” Ia melemparnya ke
arahku. O, ya, belum kuceritakan siapa Shinta ini ya. Nama panjangnya, Shinta
Devi, umurnya 15 tahun, tapi dia memanggilku
kakak, karena ibunya, adalah adik ayahku. Dia cantik, cukup tinggi, berkulit
cokelat, serta kadang suka tensi. O, ya, dia sekarang punya pacar, jadi, jangan diganggu ya.
“Emang ada kasus Kak?” Tanyanya
sambil duduk di meja dan mengibaskan rambutnya.
“Iya, tapi tahu kasus apa ini,”
“Lho kok?”
“Orang kliennya belum cerita ke aku,
tapi kayaknya kasus pembunuhan,”
“Emang kliennya mana Kak?”
“Tuh, yang kaya TNI,” Shinta lalu
melongok ke jendela, dan lansung meloncat ke bawah dari lantai 2. Dia itu ikut Tae Kwon Do, jadi buat melompat dari
ketinggian sekitar 4-5m si, kecil. Ia bercakap – cakap dengan Aldo, tapi tidak
se alot
percakapanku dengannya. Akupun ikut lompat dari lantai 2, aku juga ikut silat,
sehingga ilmu tenaga dalam meringankan tubuh yang kupelajari pun mengahasilkan
buah yang baik, karena sering dalam sebuah kasus aku harus meloncat – loncat
seperti ninja.
“Hai Aldo, maaf menunggu lama,”
“Tak apa – apa Sobat,”
“O, ya, by the way kasus apa yang
kau ingin aku untuk menyelidikinya?”
“Pembunuhan orangtua kekasihku,”
Shinta menatap wajahku dengan rasa kagum, sedangkan aku membalasnya sengan
sorot mata ‘apa kubilang’.
“Jadi, berita mengenai pembunuhan
hampir satu keluarga itu
adalah keluarga kekasihmu?” Aldo dan Shinta menatapku dengan wajah tak percaya.
“Jadi kamu baca berita itu?” Tanya
Aldo dengan penasaran.
“Ya, bisa dibilang begitu, tapi
bukankah di surat kabar, itu hanyalah kasus perampokan?”
“Tidak ! Itu bukan perampokan, tapi
pembunuhan berencana!”
“Bagaimana ka bisa menyimpulkan
seperti itu?”
“Karena kondisi mayat yang aneh,
serta pada TKP, terdapat sesuatu yang janggal juga, aku punya fotonya,” Ia
kemudian mengeluarkan beberapa foto yang ia dapatkan 1 hari sebelumnya. Memang
janggal, dari mulutnya keluar darah segar, tapi tak terlalu janggal sebab,
biasanya, orang yang terkena tembakan juga kadang memuntahkan darah segar dari
mulutnya, lho tapi.
“Ya, 2 tembakan langsung, di kepala
serta tepat di jantungnya, terlalu aneh bagi sebuah kasus perampokan,” Aku
terus melihat foto – fotonya yang lain.
“Kau benar kawan, ini bukanlah
perampokan, sekedar perampokan biasa, tapi tersembunyi sesuatu disana, yang
mungkin kau tak tahu,”
“Apa itu Aldi?”
“Lebih baik sekarang kau bawa kami
ke TKP bagaimana?”
“Baiklah, ikuti aku,” Aldo mulai
berjalan terlebih dahulu.
“Shinta, mau ikut apa ngga?”
“Ikut deh, siapa tahu power-ku di butuhin,” Akhirnya kami
berjalan menuju TKP dimana segudang keanehan dan keajaiban di temukan.
Sabtu, 18 Mei 2013
Racun yangg seringkali ada Pada kasus pembunuhan
(Part 1)
KALIUM SIANIDA
Sianida (
asam sianida, asam prussiat ), memiliki kegunaan yang tak sedikit, diantaranya
di bidang pertanian, fotografi dan industri logam. Penggunaannya untuk
pengolahan mineral untuk memulihkan emas, tembaga, seng dan perak mewakili
sekitar 13% dari konsumsi sianida secara global, dengan 87% sisa sianida yang
digunakan dalam proses industri lainnya seperti plastik, perekat, dan
pestisida.
Namun,
dampaknya terhadap kesehatan sangat mengerikan. Bila terpapar zat ini, manusia
dapat meninggal dalam waktu kurang dari setengah jam. Karena sifat yang sangat
beracun dari sianida, proses ini kontroversial dan penggunaannya dilarang di
sejumlah negara dan wilayah.
Dewasa ini
sianida menjadi perhatian masyarakat karena terjadinya banyak kasus keracunan
oleh bahan kimia ini. Tak kenal maka tak sayang, sudah sepatutnya kita
mengenali racun sianida ini lebih jauh. Bukan untuk menyayangi racun tersebut
tentunya, namun agar kita lebih waspada.
Sifat Asam
Sianida
Asam sianida
murni tidak berwarna, mudah menguap sedikit di atas suhu kamar ( 26 0C
), sangat toksik dan berbau khas. Bau ini akan tercium bila konsentrasi lebih
besar atau sama dengan 1 ppm, dan tidak berbau lagi bila tertutup bau
gaslainnya atau saraf sensoris orang telah rusak/lumpuh.Berat molekulnya
ringan, sukar terionisir, dan mudah berdifusi. Oleh karena itu gas sianida
mudah terhisap melalui saluran pernafasan ( paru paru ), saluran pencernaan,
dan kulit
Sumber
sumber Sianida
1. HCN (
Hydrogen Sianida ) terdapat pada : Gas gas penerangan, sisa sisa pembakaran.
2.
Hydrocyanic Acid ( Prussic Acid ) berbentuk cairan, dapat tercampur dengan air
dalam segala proporsi, dapat diuraikan dengan cepat, larutan netral atau alkali
dengan menghasilkan ammomiak.
Dua bentuk
Prussic Acid :
- Dalam bentuk larutan dengan
kadar 4% ( Scheele’s Axid )
- Dalam bentuk larutan dengan
kadar 2% ( Acid Hydrocyanicum dilutum ), dan bentuk inilah yang banyak
digunakan di laboratorium.
Gas gas ini
juga dapat dibentuk dari proses destilasi KCN atau Kalium Fero Cyanida dengan
asam sulfat.
3. Di alam,
Asam sianida terdapat pada tumbuh tumbuhan yang mengandung amygdalin. Misalnya,
singkong, ubi, biji buah apel, peer, aprikot. Cyanida dengan air dan emulsin
akan terhidrolisir menjadi hidrogen, glukosa dan benzaldehide. Biji biji
tersebut mengandung cyagenetik glycosid yang akan melepaskan cyanida pada waktu
dicerna.
Kegunaan
Asam sianida
banyak dipakai di laboratorium laboratorium, terutama dalam bentuk larutan
dengan kadar 2%. Hydrocyanida Acid ( Prussic Acid ) banyak di pakai untuk
berbagai reaksi proses kimia sintesis, tetapi terbanyak diperdagangkan untuk
fumigasi membunuh binatang, kuman, kutu dan tikus tikus pada ruangan, gudang
dan kapal kapal.
Dalam bentuk
garamnya seperti KCN, NaCN, AgCN, digunakan untuk keperluan fotografi,
penyempuhan logam dan pewarnaan. Pada penyepuhan logam, Asam sianida digunakan
dalam proses pembersihan, pengerasan dan penyempuhan logam logam untuk
mendapatkan emas murni dari biji biji logamnya.
Asam sianida
digunakan dalam proses pembersihan, pengerasan dan penyempuhan logam logam
untuk mendapatkan emas murni dari biji biji logamnya.
Berikut
masing-masing kegunaan garam sianida :
- KCN : Garam ini ( dalam
perdagangan ) mengandung 90% chloride, carbonate, cyanida dari kalium.
Digunakan untuk proses proses reaksi kimia, perusahaan perusahaan listrik,
dan fotografi. Tetapi sekarang banyak dipakai garam kalsium dan garam
natrium yang lebih murah harganya.
- Ca(CN)2 : Digunakan pada tambang
tambang industri.
- NaCN : Digunakan oleh
perusahaan perusahaan metalurgi, listrik, pengerasan biji bjiji logam,
penyamakan dan perusahaan perusahaan cat.
- AgCN : Digunakan oleh
perusahaan perusahaan perak karena sifatnya yang tidak larut dalam air,
cepat diuraikan oleh asam lambung dan menghasilkan asam hydrosianida.
Derivat-derivat
sianida
- Acrylonitrile ( CH2 = CHCN ) : digunakan dalam
proses pebuatan karet sintesis.
- Cyanamida ( HN = C = HN ) :
digunakan untuk pupuk buatan dan sebagai sumber hydogen cyanida.
- Nitro Prusida (Fe (CN)5 (ON) : digunakan untuk
pembuatan bahan bahan kimia sintesis.
Pathophysiology
Racun sianida menghambat enzim cythochrom oxydase pada penggunaan
oksigen di sel sel tubuh. Enzim lain juga terhambat, tetapi pengaruhnya kecil.
Jelasnya, sianida mempunyai aktivitas yang kuat terhadap enzim pernafasan,
yakni enzim cythchrom oxydase, dimana cynida mengikat F3 yang terdapat pada
enzim tersebut.
Akibatnya, terjadi gangguan peredaran dan penggunaan
oksigen dalam sel sel tubuh,sehingga kadar O2 dalam darah ( HbO )
tinggi. Manifestasinya; pertama tama ditandai dengan meningkatnya pernafasan
tubuh akibat terpengaruhnya chemoreceptor di carotic body dan pusat pusat
pernafasan. Pada akhirnya dapat terjadi paralysa dari semua sel sel tersebut
dengan akibat kelumpuhan total dari pernafasan. mengakibatkan anoxia, walaupun
kadar O2 dalam darah ( HbO ) tinggi.
Kamis, 16 Mei 2013
Berminat menjadi Sherlock Holmes? Merasa ide dan kemampuan
berpikir belum terasah? Nah, anda harus mempelajari rahasianya dari konsultan
detektif yang hanya ada di dunia, Sherlock Holmes. Sherlock Holmes bisa membuat
anda detektif handal dan untuk memecahkan semua misteri dan menjawab semua
masalah yang ada. So, ada empat tahapan untuk menjawab semua misteri.
1. Mengamati (mencari fakta)
Setiap anda dalam masalah atau situasi baru, anda harus mengamati dahulu. Pengamatan memerlukan totalitas, anggap saja mereka sebuah karya seni yang indah yang perlu anda lihat keindahannya setiap inchi.
Buka semua indra anda. Mendengarkan, perhatikan bau, lihat dengan teliti. Peka dengan semua gerakan, petunjuk dan apa pun itu yang menarik. Sherlock menyuruh anda diam, sebelum anda mendapatkan fakta-fakta yang sudah di kumpulkan. Mengamati dengan seobjektif mungkin dengan cara mengamati masalah mulai dengan sudut yang berbeda sebanyak mungkin.
"It is a capital mistake to theorize before one has data. Insensibly one begins to twist facts to suit theories, instead of theories to suit facts." ~Sherlock Holmes
2. Analisis – memilah-milah potongan puzzle
Layaknya puzzle, masalah yang anda hadapi seperti kesatuan puzzle dari yang beberapa bagian. Bila anda sudah memiliki semua bagian dengan cara yang benar. Anda bisa menganalisis mana yang benar dan mana yang bisa di gabungkan dengan bagian yang lain, dan berfikir bagaimana cara menghubungkan satu sama lain. Bagaimana satu puzzle itu bisa mempengaruhi pada gambar keseluaruhannya. Semakin banyak puzzle itu semakin besar anda bisa melihat solusinya.
"Each fact is suggestive in itself. Together they have a cumulative force." ~The Adventure of the Bruce-Partington Plans
3. Mencari sampai ke intisari
Bagian ini adalah mengambil sudut yang berbeda selama tahap observasi. Dalam tahap ini, anda diharuskan mencari Intisari dalam masalah ini, mencari alat bukti lainnya di lapangan dan mencari petunjuk yang terkecil.
"He was out on the lawn, in through the window, round the room, and up into the bedroom, for all the world like a dashing foxhound drawing a cover. ~The Devil's Foot
4. Imajinasi
Sherlock Holmes sering menyendiri untuk membantunya memecahkan masalah, mengasingkan diri dari semua gangguan sehingga ia menggunakan imajinasinya agar bebas mengeksplorasi masalah dari semua sudut.Tahu ga kenapa Sherlock suka dengan biola? Karena dengan biola, membantu dirinya rileks, sementara bagian pikirannya sibuk dengan bermain biola, sebagiannya lagi membentuk ide-ide baru.
Melamun juga membantu interaksi ide untuk menghasilkan wawasan baru ke dalam kasus berat yang sedang dihadapi. Jadi, begitulah apa yang di lakukan Sherlock. Ambil inspirasi dari dia dan cobalah rilekskan pikiran anda, dan anda akan kagum pada apa yang anda temukan dalam diri anda.
Sudah empat tahapan yang sudah di beberkan. Tertarik menjadi Sherlock? Mulai cari masalah dan pecahkan masalah itu. The Game, Mrs Hudson, is on!
Sherlock Holmes, sebagaimana kita ketahui, bukan sekadar detektif. Salah satu hal paling menarik yang membuat Sherlock Holmes begitu ikonik adalah kemampuannya sebagai seorang logician. Analisis yang ia lakukan bukan sekadar main tebak-tebakan atau hasil mengobrak-abrik perpustakaan, tetapi adalah 'rangkaian penalaran'.
Di antara sekian banyak teori logika yang digunakan sehari-hari oleh Sherlock Holmes, ada satu teori yang dominan. Tampaknya, metode ini adalah metode favorit Sherlock Holmes, mengingat ia mengulang pernyataan tersebut berulang kali. (Para Sherlockian yang membaca artikel ini bisa jadi sudah tahu apa itu).
"When you have eliminated the impossible, whatever remains, however improbable, must be the truth."
Reductio ad absurdum adalah suatu metode pembuktian logis dengan cara membuktikan bahwa negasi suatu pernyataan tidak mungkin terjadi, sehingga pernyataan itu pasti benar. Membingungkan? Langsung saja ke contoh yang ada dalam beberapa novel dan film Sherlock Holmes.
Kita mulai dari contoh sederhana yang ada di episode pertama Serial BBC Sherlock. Adegan sewaktu Sherlock menjelaskan penalaran yang ia gunakan untuk mengetahui hubungan Watson dengan saudaranya memuat kalimat berikut:
"If she'd left him, he would've kept it. People do, sentiment. No, he wanted to get rid of it, so he left her."
Bagaimana Sherlock membuktikan bahwa saudara laki-laki Watson-lah yang meninggalkan istrinya? Pertama-tama, ia mengasumsikan sebaliknya. Bagaimana seandainya istrinya-lah yang meninggalkannya? Saudara laki-laki Watson pasti akan menyimpan handphone itu. Karena handphone itu malah diberikan pada Watson, asumsi tadi salah, sehingga Sherlock bisa dengan yakin mengatakan kebalikannya.
Contoh yang lebih kompleks dari reductio ad absurdum adalah proses eliminasi. Proses eliminasi sebenarnya adalah serangkaian pembuktian berdasarkan kontradiksi. Misalnya di novel Sign of Four, Sherlock mengemukakan argumen ini.
"'How then did you deduce the telegram?'
'Why, of course I knew that you had not written a letter, since I sat opposite to you all morning. I see also in your open desk there that you have a sheet of stamps and a thick bundle of postcards. What could you go into the post-office for, then, but to send a wire?'"
Proses yang Sherlock lakukan kali ini mirip dengan apa yang kita lakukan saat ujian pilihan ganda. Eliminasi. Mari kita lakukan dengan cara Sherlock. Anggap ini soal ujian, maka kira-kira soalnya akan jadi seperti ini: Watson pergi ke kantor pos. Apa yang ia lakukan:
1. Mengirim surat
2. Membeli perangko
3. Mengirim telegram
4. Mengirim kartu pos
Watson tidak menulis surat (pilihan 1 salah), dan tidak membeli perangko atau mengirim kartu pos (2 dan 4 salah). Sisanya, dia mengirim telegram. Bayangkan jika kita harus membuktikan bahwa Watson mengirim telegram tanpa proses eliminasi. Bahkan Sherlock pun akan kesulitan. Dengan latihan yang cukup, logika semacam ini sangat membantu dalam membuat kesimpulan setiap harinya.
Siap mencoba?
1. Mengamati (mencari fakta)
Setiap anda dalam masalah atau situasi baru, anda harus mengamati dahulu. Pengamatan memerlukan totalitas, anggap saja mereka sebuah karya seni yang indah yang perlu anda lihat keindahannya setiap inchi.
Buka semua indra anda. Mendengarkan, perhatikan bau, lihat dengan teliti. Peka dengan semua gerakan, petunjuk dan apa pun itu yang menarik. Sherlock menyuruh anda diam, sebelum anda mendapatkan fakta-fakta yang sudah di kumpulkan. Mengamati dengan seobjektif mungkin dengan cara mengamati masalah mulai dengan sudut yang berbeda sebanyak mungkin.
"It is a capital mistake to theorize before one has data. Insensibly one begins to twist facts to suit theories, instead of theories to suit facts." ~Sherlock Holmes
2. Analisis – memilah-milah potongan puzzle
Layaknya puzzle, masalah yang anda hadapi seperti kesatuan puzzle dari yang beberapa bagian. Bila anda sudah memiliki semua bagian dengan cara yang benar. Anda bisa menganalisis mana yang benar dan mana yang bisa di gabungkan dengan bagian yang lain, dan berfikir bagaimana cara menghubungkan satu sama lain. Bagaimana satu puzzle itu bisa mempengaruhi pada gambar keseluaruhannya. Semakin banyak puzzle itu semakin besar anda bisa melihat solusinya.
"Each fact is suggestive in itself. Together they have a cumulative force." ~The Adventure of the Bruce-Partington Plans
3. Mencari sampai ke intisari
Bagian ini adalah mengambil sudut yang berbeda selama tahap observasi. Dalam tahap ini, anda diharuskan mencari Intisari dalam masalah ini, mencari alat bukti lainnya di lapangan dan mencari petunjuk yang terkecil.
"He was out on the lawn, in through the window, round the room, and up into the bedroom, for all the world like a dashing foxhound drawing a cover. ~The Devil's Foot
4. Imajinasi
Sherlock Holmes sering menyendiri untuk membantunya memecahkan masalah, mengasingkan diri dari semua gangguan sehingga ia menggunakan imajinasinya agar bebas mengeksplorasi masalah dari semua sudut.Tahu ga kenapa Sherlock suka dengan biola? Karena dengan biola, membantu dirinya rileks, sementara bagian pikirannya sibuk dengan bermain biola, sebagiannya lagi membentuk ide-ide baru.
Melamun juga membantu interaksi ide untuk menghasilkan wawasan baru ke dalam kasus berat yang sedang dihadapi. Jadi, begitulah apa yang di lakukan Sherlock. Ambil inspirasi dari dia dan cobalah rilekskan pikiran anda, dan anda akan kagum pada apa yang anda temukan dalam diri anda.
Sudah empat tahapan yang sudah di beberkan. Tertarik menjadi Sherlock? Mulai cari masalah dan pecahkan masalah itu. The Game, Mrs Hudson, is on!
Sherlock Holmes, sebagaimana kita ketahui, bukan sekadar detektif. Salah satu hal paling menarik yang membuat Sherlock Holmes begitu ikonik adalah kemampuannya sebagai seorang logician. Analisis yang ia lakukan bukan sekadar main tebak-tebakan atau hasil mengobrak-abrik perpustakaan, tetapi adalah 'rangkaian penalaran'.
Di antara sekian banyak teori logika yang digunakan sehari-hari oleh Sherlock Holmes, ada satu teori yang dominan. Tampaknya, metode ini adalah metode favorit Sherlock Holmes, mengingat ia mengulang pernyataan tersebut berulang kali. (Para Sherlockian yang membaca artikel ini bisa jadi sudah tahu apa itu).
"When you have eliminated the impossible, whatever remains, however improbable, must be the truth."
Reductio ad absurdum adalah suatu metode pembuktian logis dengan cara membuktikan bahwa negasi suatu pernyataan tidak mungkin terjadi, sehingga pernyataan itu pasti benar. Membingungkan? Langsung saja ke contoh yang ada dalam beberapa novel dan film Sherlock Holmes.
Kita mulai dari contoh sederhana yang ada di episode pertama Serial BBC Sherlock. Adegan sewaktu Sherlock menjelaskan penalaran yang ia gunakan untuk mengetahui hubungan Watson dengan saudaranya memuat kalimat berikut:
"If she'd left him, he would've kept it. People do, sentiment. No, he wanted to get rid of it, so he left her."
Bagaimana Sherlock membuktikan bahwa saudara laki-laki Watson-lah yang meninggalkan istrinya? Pertama-tama, ia mengasumsikan sebaliknya. Bagaimana seandainya istrinya-lah yang meninggalkannya? Saudara laki-laki Watson pasti akan menyimpan handphone itu. Karena handphone itu malah diberikan pada Watson, asumsi tadi salah, sehingga Sherlock bisa dengan yakin mengatakan kebalikannya.
Contoh yang lebih kompleks dari reductio ad absurdum adalah proses eliminasi. Proses eliminasi sebenarnya adalah serangkaian pembuktian berdasarkan kontradiksi. Misalnya di novel Sign of Four, Sherlock mengemukakan argumen ini.
"'How then did you deduce the telegram?'
'Why, of course I knew that you had not written a letter, since I sat opposite to you all morning. I see also in your open desk there that you have a sheet of stamps and a thick bundle of postcards. What could you go into the post-office for, then, but to send a wire?'"
Proses yang Sherlock lakukan kali ini mirip dengan apa yang kita lakukan saat ujian pilihan ganda. Eliminasi. Mari kita lakukan dengan cara Sherlock. Anggap ini soal ujian, maka kira-kira soalnya akan jadi seperti ini: Watson pergi ke kantor pos. Apa yang ia lakukan:
1. Mengirim surat
2. Membeli perangko
3. Mengirim telegram
4. Mengirim kartu pos
Watson tidak menulis surat (pilihan 1 salah), dan tidak membeli perangko atau mengirim kartu pos (2 dan 4 salah). Sisanya, dia mengirim telegram. Bayangkan jika kita harus membuktikan bahwa Watson mengirim telegram tanpa proses eliminasi. Bahkan Sherlock pun akan kesulitan. Dengan latihan yang cukup, logika semacam ini sangat membantu dalam membuat kesimpulan setiap harinya.
Siap mencoba?
CATATAN DASAR MENJADI
DETEKTIF
Kasus yang paling umum, justru kasus yang paling misterius,
karna mencampurkan keanehan dan misteri, kadang bukti justru diabaikan, dan
lebih lebih memilih menggunakan insting manusia.......
Kalau detektif menyerah maka kasus akan jadi buntu, dan yang tertawa di akhir justru adalah sang penjahat...
Detektif bekerja menurut imajinasinya, kemudian mempraktekkannya (mencari bukti dan lain sebagainya).....
Ketika kamu telah mengeliminasi pilihan yang tidak mungkin benar, apapun yang tersisa, itulah yang benar..
Pertanyaan yang dijawab dengan pertanyaan itulah yang namanya misteri....
Kalau detektif menyerah maka kasus akan jadi buntu, dan yang tertawa di akhir justru adalah sang penjahat...
Detektif bekerja menurut imajinasinya, kemudian mempraktekkannya (mencari bukti dan lain sebagainya).....
Ketika kamu telah mengeliminasi pilihan yang tidak mungkin benar, apapun yang tersisa, itulah yang benar..
Pertanyaan yang dijawab dengan pertanyaan itulah yang namanya misteri....
Spoiler for Basic
Rule:
1. Jangan percaya siapapun.
2. Jangan sampai yang ditanya merasa bahwa info yang dia berikan penting bagi kita.
3. Gunakan teknologi yang ada yang dapat membantu
4. Berpikirlah cara sederhana terlebih dahulu, gak usah mikir2 cara yg ribet.
5.Membaca situasi
6. Membaca bahasa tubuh
7. Mengidentifikasikan beberapa jenis benda dengan pengamatan sebentar
8. Konsentrasi yang tinggi & baik & sehat
9. Bisa dipercaya
10. Bisa mengingat detail (ini bisa dibantu dengan catatan)
11. Mengidentifikasi kode (code breaking, solving)
2. Jangan sampai yang ditanya merasa bahwa info yang dia berikan penting bagi kita.
3. Gunakan teknologi yang ada yang dapat membantu
4. Berpikirlah cara sederhana terlebih dahulu, gak usah mikir2 cara yg ribet.
5.Membaca situasi
6. Membaca bahasa tubuh
7. Mengidentifikasikan beberapa jenis benda dengan pengamatan sebentar
8. Konsentrasi yang tinggi & baik & sehat
9. Bisa dipercaya
10. Bisa mengingat detail (ini bisa dibantu dengan catatan)
11. Mengidentifikasi kode (code breaking, solving)
Spoiler for Type
Detective:
1. Fact-based Detective
detektif yang bekerja berdasarkan fakta dan bukti yang ada dengan menggunakan metode yang sistematis, tidak terpengaruh oleh perasaan-perasaan atau pendapat-pendapat yang berhubungan dengan emosi. tekhnik ini bisa diterapkan pada kasus apa saja tidak terkecuali.
Kelebihan:
= Cenderung cepat mengumpulkan informasi
Kekurangan:
= Terlambat sedikit saja, bukti hilang
Fictional Version : Sherlock Holmes, Nero Wolfie
2. Psychological Detective
detektif yang bekerja berdasarkan cerita atau kejiwaan orang yang terlibat kasus tersebut, bukti dan fakta hanya sebagai pelengkap untuk menentukan kebenaran dari kesimpulan yang didapat dari cerita / tanda2 kejiwaan, (walaupun, secara psycho - kejiwaan - orang tersebut adalah pelaku, tanpa bukti pun tak bisa mengakibatkan orang tersebut mendekam di sel).
Kelebihan:
= Dapat mengungkap kasus2 yang terpendam di masa lalu, karena berdasarkan ingatan.
Kekurangan:
= Terkadang kesimpulan dari kejiwaan tersebut tidak didampingi barang bukti yang mendukung.
Fictional Version : Hercule Poirot, Dr. Laszlo Kreizler
3. Mixed Detective
detektif yang menggunakan 2 metode di atas secara seimbang.
Kelebihan:
= Proporsional
Kekurangan:
= Kalau kurang teliti, dapat mencampuraduk kedua metode di atas.
4. Non categorized
detektif yang kerjaanya cuma sebagai 'pencari info', dikategorikan sebagai yang satu ini.
biasanya pekerjaannya:
1. Mengecek Perselingkuhan
2. Mengecek kehidupan seseorang
3. Melacak sesuatu.
detektif yang bekerja berdasarkan fakta dan bukti yang ada dengan menggunakan metode yang sistematis, tidak terpengaruh oleh perasaan-perasaan atau pendapat-pendapat yang berhubungan dengan emosi. tekhnik ini bisa diterapkan pada kasus apa saja tidak terkecuali.
Kelebihan:
= Cenderung cepat mengumpulkan informasi
Kekurangan:
= Terlambat sedikit saja, bukti hilang
Fictional Version : Sherlock Holmes, Nero Wolfie
2. Psychological Detective
detektif yang bekerja berdasarkan cerita atau kejiwaan orang yang terlibat kasus tersebut, bukti dan fakta hanya sebagai pelengkap untuk menentukan kebenaran dari kesimpulan yang didapat dari cerita / tanda2 kejiwaan, (walaupun, secara psycho - kejiwaan - orang tersebut adalah pelaku, tanpa bukti pun tak bisa mengakibatkan orang tersebut mendekam di sel).
Kelebihan:
= Dapat mengungkap kasus2 yang terpendam di masa lalu, karena berdasarkan ingatan.
Kekurangan:
= Terkadang kesimpulan dari kejiwaan tersebut tidak didampingi barang bukti yang mendukung.
Fictional Version : Hercule Poirot, Dr. Laszlo Kreizler
3. Mixed Detective
detektif yang menggunakan 2 metode di atas secara seimbang.
Kelebihan:
= Proporsional
Kekurangan:
= Kalau kurang teliti, dapat mencampuraduk kedua metode di atas.
4. Non categorized
detektif yang kerjaanya cuma sebagai 'pencari info', dikategorikan sebagai yang satu ini.
biasanya pekerjaannya:
1. Mengecek Perselingkuhan
2. Mengecek kehidupan seseorang
3. Melacak sesuatu.
Spoiler for
Point-point penting dalam kasus pembunuhan:
- Mencari senjata yang digunakan pelaku....
- Mencek alibi tiap-tiap orang yang berkaitan, >>> si pelaku memakai panggung belakang supaya tak ada kesempatan dirinya dinyatakan sebagai pembunuh, biasanya orang yang alibinya paling lemah, atau tak punya alibilah pelakunya, tapi hati-hati terhadap skenario pelaku yang kadang justru menjebak orang lain....
- Memeriksa tempat kejadian, periksa dengan seksama seluruh tkp, meskipun terhadap hal yang dianggap orang tak penting, dan jangan lupa memeriksa tempat sampah yang berada pada jangkauan tkp....
- Melacak ciri-ciri pelaku, hati-hati terhadap penyamaran identitas pelaku, contoh : mungkin saja pelaku membuat dirinya seolah-olah laki-laki padahal dia perempuan (menggaraukan suara di telpon misalnya)...
- Mencek alibi tiap-tiap orang yang berkaitan, >>> si pelaku memakai panggung belakang supaya tak ada kesempatan dirinya dinyatakan sebagai pembunuh, biasanya orang yang alibinya paling lemah, atau tak punya alibilah pelakunya, tapi hati-hati terhadap skenario pelaku yang kadang justru menjebak orang lain....
- Memeriksa tempat kejadian, periksa dengan seksama seluruh tkp, meskipun terhadap hal yang dianggap orang tak penting, dan jangan lupa memeriksa tempat sampah yang berada pada jangkauan tkp....
- Melacak ciri-ciri pelaku, hati-hati terhadap penyamaran identitas pelaku, contoh : mungkin saja pelaku membuat dirinya seolah-olah laki-laki padahal dia perempuan (menggaraukan suara di telpon misalnya)...
Spoiler for About
Bukti:
Bukti adalah saksi bisu. Demikianlah yang diyakini oleh para
penyelidik. Oleh karena itu, bukti harus diperlakukan secara hati-hati. Begitu
bukti hilang atau rusak, kasusnya bisa berantakan. Tanpa bukti, tidak ada pelaku
kriminal yang bisa diajukan ke pengadilan. Ilmu tentang pelacakan bukti sudah
dikembangkan sejak tahun 1880, disederhanakan pada tahun 1900, dan terus
disempurnakan lewat komputerisasi serta penelitian DNA. Siapa bisa membungkam
saksi bisu?
Spoiler for Cara
kerja n Peralatan yang minimal harus di bawa seorang detektif:
Cara bekerja seorang detective:
1. Independen = bekerja sendiri secara pribadi
2. Bersama Instansi Hukum = bekerja disewa / beriringan dengan lembaga yg berwajib
Peralatan yang minimal harus di bawa / dimiliki seorang detective:
Type Fact-Based:
1. Catatan & Pensil / Pena
2. Tas peralatan yang kurang lebih berisi hal sbb:
- sarung tangan karet
- pinset
- kaca pembesar
- pita pengukur
- plastik kecil (untuk mengamankan barang bukti, bila anda bekerja independen)
- pendeteksi sidik jari (optional, gak harus, karena bisa dilakukan pihak berwajib)
Type Psychological:
1. Catatan & Pensil / Pena
2. Recorder, untuk merekam cerita
Mixed:
semua barang yg dicantumkan di atas.
1. Independen = bekerja sendiri secara pribadi
2. Bersama Instansi Hukum = bekerja disewa / beriringan dengan lembaga yg berwajib
Peralatan yang minimal harus di bawa / dimiliki seorang detective:
Type Fact-Based:
1. Catatan & Pensil / Pena
2. Tas peralatan yang kurang lebih berisi hal sbb:
- sarung tangan karet
- pinset
- kaca pembesar
- pita pengukur
- plastik kecil (untuk mengamankan barang bukti, bila anda bekerja independen)
- pendeteksi sidik jari (optional, gak harus, karena bisa dilakukan pihak berwajib)
Type Psychological:
1. Catatan & Pensil / Pena
2. Recorder, untuk merekam cerita
Mixed:
semua barang yg dicantumkan di atas.
Spoiler for Tips
& What to do in an Interview:
- Usahakan buat client senyaman mungkin sehingga dia bisa
percaya sepenuhnya sama kita.
- Bila dia sudah percaya kita, dia pasti akan menghadapi kita layaknya teman bukan sebagai detektif.
- kepercayaan client awal dari bicara jujurnya client.
- Tanyakan hal-hal yang penting & mendetail.
- bila kita kehilangan 1 detail, bisa menjadi kesalahan pada deduksi / imajinasi.
- Bila dia sudah percaya kita, dia pasti akan menghadapi kita layaknya teman bukan sebagai detektif.
- kepercayaan client awal dari bicara jujurnya client.
- Tanyakan hal-hal yang penting & mendetail.
- bila kita kehilangan 1 detail, bisa menjadi kesalahan pada deduksi / imajinasi.
|
S
|
hinichi Kudo, tokoh utama dalam Anime "Detective
Conan" sebagai detektif yang hebat, mempunyai kemampuan untuk menyerap
data dan informasi sampai sedetil mungkin lalu menganalisisnya hingga menjadi
hipotesa yang hampir selalu tepat. Itu adalah bukti ia memiliki kecerdasan luar
biasa untuk menguasai ilmu pengetahuan di segala bidang, … kecuali satu bidang yang
sangat sulit ia kuasai yaitu musik. Karena itu ia tidak suka dan tidak bisa
menyanyi.
Ia juga punya keberanian luar biasa (bahkan cenderung
nekat), dan rela mempertaruhkan nyawa untuk melindungi orang-orang yang
disayanginya dalam sepak terjangnya di dunia kriminal. Singkatnya, Shinichi
adalah pemuda serba bisa yang cekatan, suka menolong, setia kawan, penuh
percaya diri, dan bersemangat tinggi. Karena banyak kemampuannya itu maka ia
terkesan sombong, walau kehebatannya memang tak bisa dipungkiri.
Aku terinspirasi olehnya karena itulah aku sangat ingin
menjadi Detektif walaupun buka detektif kepolisian , yang jelas jika aku sudah
punya kemampuan detektif aq sangat bersyukur karena dapat berguna dalam
kehidupan sehari-hari.
Iya, Pekerjaan Detektif bukan cuma mencari-cari kesalahan
orang , tapi Detektif itu sangat keren dan Perlu Pengetahuan yang luas untuk
bisa Menjadi Detektif. Mengenai Ilmu-ilmu yang digunakan diantaranya:
Umum Ilmu
Bagian dari pekerjaan menjadi detektif adalah pengujian
ide-ide, yang merupakan premis ilmu pengetahuan. Hal ini dapat menyebabkan
berbagai hasil dan analisis yang didasarkan pada kasus ini, diikuti oleh lebih
banyak untuk mengeksplorasi, sebaiknya diikuti dengan penemuan. Singkatnya,
program studi ilmu pengetahuan mulai didasarkan pada konsep pengumpulan data
dan kemudian menginterpretasikannya. Hal yang sama berlaku untuk pekerjaan
detektif.
Ilmu Masyarakat
Sangat penting bagi detektif untuk memahami berbagai tingkat
masyarakat dan budaya beragam, hanya karena ini adalah dua cara orang-orang dan
kasus mereka sedang menyelidiki dipengaruhi dan dibentuk - oleh orang-orang di
sekitar mereka. Sosiologi bukan persyaratan untuk pekerjaan polisi, tapi bisa
membuktikan menjadi berguna ketika detektif dimulai penelitiannya.
Ilmu Pikiran
Entry-level psikologi adalah tempat yang baik untuk memulai
untuk detektif pemula, sebagai pekerjaan terdiri dari berurusan dengan
orang-orang untuk menemukan informasi. Mampu memahami jiwa seseorang - terlepas
dari apakah ia adalah pelaku - memungkinkan detektif untuk membaca orang dan
mendapatkan petunjuk dalam perjalanan mereka untuk memecahkan kejahatan.
Psikologi program juga berharga ketika datang ke kebiasaan belajar dan tren.
Ilmu Tubuh
Untuk memecahkan suatu kejahatan, itu akan membantu untuk
dapat menentukan penyebab kematian atau cedera harus mereka terjadi. Sementara
detektif tidak perlu menjadi ahli dalam kedokteran, kursus dalam ilmu dasar dan
anatomi akan membantu mereka memiliki pemahaman yang lebih baik dari aspek
fisik dari kasus di mana mereka bekerja. Mempelajari daerah ini akan sangat
penting bagi seseorang yang ingin menjadi seorang detektif pembunuhan.
Lanjutan Ilmu
Detektif tidak perlu menjadi sangat berpengalaman dalam
bidang luar kriminologi (ilmu-kursus lain yang terkait), namun harus memiliki
pemahaman dasar tentang banyak daerah. Sebuah kursus di ilmu terapan akan
menjadi instrumental dalam membantu detektif bercita-cita belajar bagaimana
menerapkan pengetahuan dalam satu bidang untuk memecahkan kasus yang melibatkan
bidang lain. Terapan ilmu ini sangat berguna ketika datang untuk belajar
dasar-dasar penelitian - sesuatu setiap kebutuhan detektif sukses.
Memang tidak mudah menjadi Detektif tapi.... Jika kita mempunyai tekad yang kuat dan berusaha Pasti akan tercapai. Itulah yang kulakukan sekarang.....
Yap, Inilah Cita-citaku. Aku akan berusaha agar bisa menjadi detektif.
oh. Selain Menjadi Detektif aku juga berkeinginan bisa menginjakkan kaki di Negara asal Shinichi Kudo "Jepang" , di sana aku ingin mengunjungi Conan Town.....
Memang tidak mudah menjadi Detektif tapi.... Jika kita mempunyai tekad yang kuat dan berusaha Pasti akan tercapai. Itulah yang kulakukan sekarang.....
Yap, Inilah Cita-citaku. Aku akan berusaha agar bisa menjadi detektif.
oh. Selain Menjadi Detektif aku juga berkeinginan bisa menginjakkan kaki di Negara asal Shinichi Kudo "Jepang" , di sana aku ingin mengunjungi Conan Town.....
Langganan:
Postingan (Atom)
