Sabtu, 18 Mei 2013
Kamis, 16 Mei 2013
Berminat menjadi Sherlock Holmes? Merasa ide dan kemampuan
berpikir belum terasah? Nah, anda harus mempelajari rahasianya dari konsultan
detektif yang hanya ada di dunia, Sherlock Holmes. Sherlock Holmes bisa membuat
anda detektif handal dan untuk memecahkan semua misteri dan menjawab semua
masalah yang ada. So, ada empat tahapan untuk menjawab semua misteri.
1. Mengamati (mencari fakta)
Setiap anda dalam masalah atau situasi baru, anda harus mengamati dahulu. Pengamatan memerlukan totalitas, anggap saja mereka sebuah karya seni yang indah yang perlu anda lihat keindahannya setiap inchi.
Buka semua indra anda. Mendengarkan, perhatikan bau, lihat dengan teliti. Peka dengan semua gerakan, petunjuk dan apa pun itu yang menarik. Sherlock menyuruh anda diam, sebelum anda mendapatkan fakta-fakta yang sudah di kumpulkan. Mengamati dengan seobjektif mungkin dengan cara mengamati masalah mulai dengan sudut yang berbeda sebanyak mungkin.
"It is a capital mistake to theorize before one has data. Insensibly one begins to twist facts to suit theories, instead of theories to suit facts." ~Sherlock Holmes
2. Analisis – memilah-milah potongan puzzle
Layaknya puzzle, masalah yang anda hadapi seperti kesatuan puzzle dari yang beberapa bagian. Bila anda sudah memiliki semua bagian dengan cara yang benar. Anda bisa menganalisis mana yang benar dan mana yang bisa di gabungkan dengan bagian yang lain, dan berfikir bagaimana cara menghubungkan satu sama lain. Bagaimana satu puzzle itu bisa mempengaruhi pada gambar keseluaruhannya. Semakin banyak puzzle itu semakin besar anda bisa melihat solusinya.
"Each fact is suggestive in itself. Together they have a cumulative force." ~The Adventure of the Bruce-Partington Plans
3. Mencari sampai ke intisari
Bagian ini adalah mengambil sudut yang berbeda selama tahap observasi. Dalam tahap ini, anda diharuskan mencari Intisari dalam masalah ini, mencari alat bukti lainnya di lapangan dan mencari petunjuk yang terkecil.
"He was out on the lawn, in through the window, round the room, and up into the bedroom, for all the world like a dashing foxhound drawing a cover. ~The Devil's Foot
4. Imajinasi
Sherlock Holmes sering menyendiri untuk membantunya memecahkan masalah, mengasingkan diri dari semua gangguan sehingga ia menggunakan imajinasinya agar bebas mengeksplorasi masalah dari semua sudut.Tahu ga kenapa Sherlock suka dengan biola? Karena dengan biola, membantu dirinya rileks, sementara bagian pikirannya sibuk dengan bermain biola, sebagiannya lagi membentuk ide-ide baru.
Melamun juga membantu interaksi ide untuk menghasilkan wawasan baru ke dalam kasus berat yang sedang dihadapi. Jadi, begitulah apa yang di lakukan Sherlock. Ambil inspirasi dari dia dan cobalah rilekskan pikiran anda, dan anda akan kagum pada apa yang anda temukan dalam diri anda.
Sudah empat tahapan yang sudah di beberkan. Tertarik menjadi Sherlock? Mulai cari masalah dan pecahkan masalah itu. The Game, Mrs Hudson, is on!
Sherlock Holmes, sebagaimana kita ketahui, bukan sekadar detektif. Salah satu hal paling menarik yang membuat Sherlock Holmes begitu ikonik adalah kemampuannya sebagai seorang logician. Analisis yang ia lakukan bukan sekadar main tebak-tebakan atau hasil mengobrak-abrik perpustakaan, tetapi adalah 'rangkaian penalaran'.
Di antara sekian banyak teori logika yang digunakan sehari-hari oleh Sherlock Holmes, ada satu teori yang dominan. Tampaknya, metode ini adalah metode favorit Sherlock Holmes, mengingat ia mengulang pernyataan tersebut berulang kali. (Para Sherlockian yang membaca artikel ini bisa jadi sudah tahu apa itu).
"When you have eliminated the impossible, whatever remains, however improbable, must be the truth."
Reductio ad absurdum adalah suatu metode pembuktian logis dengan cara membuktikan bahwa negasi suatu pernyataan tidak mungkin terjadi, sehingga pernyataan itu pasti benar. Membingungkan? Langsung saja ke contoh yang ada dalam beberapa novel dan film Sherlock Holmes.
Kita mulai dari contoh sederhana yang ada di episode pertama Serial BBC Sherlock. Adegan sewaktu Sherlock menjelaskan penalaran yang ia gunakan untuk mengetahui hubungan Watson dengan saudaranya memuat kalimat berikut:
"If she'd left him, he would've kept it. People do, sentiment. No, he wanted to get rid of it, so he left her."
Bagaimana Sherlock membuktikan bahwa saudara laki-laki Watson-lah yang meninggalkan istrinya? Pertama-tama, ia mengasumsikan sebaliknya. Bagaimana seandainya istrinya-lah yang meninggalkannya? Saudara laki-laki Watson pasti akan menyimpan handphone itu. Karena handphone itu malah diberikan pada Watson, asumsi tadi salah, sehingga Sherlock bisa dengan yakin mengatakan kebalikannya.
Contoh yang lebih kompleks dari reductio ad absurdum adalah proses eliminasi. Proses eliminasi sebenarnya adalah serangkaian pembuktian berdasarkan kontradiksi. Misalnya di novel Sign of Four, Sherlock mengemukakan argumen ini.
"'How then did you deduce the telegram?'
'Why, of course I knew that you had not written a letter, since I sat opposite to you all morning. I see also in your open desk there that you have a sheet of stamps and a thick bundle of postcards. What could you go into the post-office for, then, but to send a wire?'"
Proses yang Sherlock lakukan kali ini mirip dengan apa yang kita lakukan saat ujian pilihan ganda. Eliminasi. Mari kita lakukan dengan cara Sherlock. Anggap ini soal ujian, maka kira-kira soalnya akan jadi seperti ini: Watson pergi ke kantor pos. Apa yang ia lakukan:
1. Mengirim surat
2. Membeli perangko
3. Mengirim telegram
4. Mengirim kartu pos
Watson tidak menulis surat (pilihan 1 salah), dan tidak membeli perangko atau mengirim kartu pos (2 dan 4 salah). Sisanya, dia mengirim telegram. Bayangkan jika kita harus membuktikan bahwa Watson mengirim telegram tanpa proses eliminasi. Bahkan Sherlock pun akan kesulitan. Dengan latihan yang cukup, logika semacam ini sangat membantu dalam membuat kesimpulan setiap harinya.
Siap mencoba?
1. Mengamati (mencari fakta)
Setiap anda dalam masalah atau situasi baru, anda harus mengamati dahulu. Pengamatan memerlukan totalitas, anggap saja mereka sebuah karya seni yang indah yang perlu anda lihat keindahannya setiap inchi.
Buka semua indra anda. Mendengarkan, perhatikan bau, lihat dengan teliti. Peka dengan semua gerakan, petunjuk dan apa pun itu yang menarik. Sherlock menyuruh anda diam, sebelum anda mendapatkan fakta-fakta yang sudah di kumpulkan. Mengamati dengan seobjektif mungkin dengan cara mengamati masalah mulai dengan sudut yang berbeda sebanyak mungkin.
"It is a capital mistake to theorize before one has data. Insensibly one begins to twist facts to suit theories, instead of theories to suit facts." ~Sherlock Holmes
2. Analisis – memilah-milah potongan puzzle
Layaknya puzzle, masalah yang anda hadapi seperti kesatuan puzzle dari yang beberapa bagian. Bila anda sudah memiliki semua bagian dengan cara yang benar. Anda bisa menganalisis mana yang benar dan mana yang bisa di gabungkan dengan bagian yang lain, dan berfikir bagaimana cara menghubungkan satu sama lain. Bagaimana satu puzzle itu bisa mempengaruhi pada gambar keseluaruhannya. Semakin banyak puzzle itu semakin besar anda bisa melihat solusinya.
"Each fact is suggestive in itself. Together they have a cumulative force." ~The Adventure of the Bruce-Partington Plans
3. Mencari sampai ke intisari
Bagian ini adalah mengambil sudut yang berbeda selama tahap observasi. Dalam tahap ini, anda diharuskan mencari Intisari dalam masalah ini, mencari alat bukti lainnya di lapangan dan mencari petunjuk yang terkecil.
"He was out on the lawn, in through the window, round the room, and up into the bedroom, for all the world like a dashing foxhound drawing a cover. ~The Devil's Foot
4. Imajinasi
Sherlock Holmes sering menyendiri untuk membantunya memecahkan masalah, mengasingkan diri dari semua gangguan sehingga ia menggunakan imajinasinya agar bebas mengeksplorasi masalah dari semua sudut.Tahu ga kenapa Sherlock suka dengan biola? Karena dengan biola, membantu dirinya rileks, sementara bagian pikirannya sibuk dengan bermain biola, sebagiannya lagi membentuk ide-ide baru.
Melamun juga membantu interaksi ide untuk menghasilkan wawasan baru ke dalam kasus berat yang sedang dihadapi. Jadi, begitulah apa yang di lakukan Sherlock. Ambil inspirasi dari dia dan cobalah rilekskan pikiran anda, dan anda akan kagum pada apa yang anda temukan dalam diri anda.
Sudah empat tahapan yang sudah di beberkan. Tertarik menjadi Sherlock? Mulai cari masalah dan pecahkan masalah itu. The Game, Mrs Hudson, is on!
Sherlock Holmes, sebagaimana kita ketahui, bukan sekadar detektif. Salah satu hal paling menarik yang membuat Sherlock Holmes begitu ikonik adalah kemampuannya sebagai seorang logician. Analisis yang ia lakukan bukan sekadar main tebak-tebakan atau hasil mengobrak-abrik perpustakaan, tetapi adalah 'rangkaian penalaran'.
Di antara sekian banyak teori logika yang digunakan sehari-hari oleh Sherlock Holmes, ada satu teori yang dominan. Tampaknya, metode ini adalah metode favorit Sherlock Holmes, mengingat ia mengulang pernyataan tersebut berulang kali. (Para Sherlockian yang membaca artikel ini bisa jadi sudah tahu apa itu).
"When you have eliminated the impossible, whatever remains, however improbable, must be the truth."
Reductio ad absurdum adalah suatu metode pembuktian logis dengan cara membuktikan bahwa negasi suatu pernyataan tidak mungkin terjadi, sehingga pernyataan itu pasti benar. Membingungkan? Langsung saja ke contoh yang ada dalam beberapa novel dan film Sherlock Holmes.
Kita mulai dari contoh sederhana yang ada di episode pertama Serial BBC Sherlock. Adegan sewaktu Sherlock menjelaskan penalaran yang ia gunakan untuk mengetahui hubungan Watson dengan saudaranya memuat kalimat berikut:
"If she'd left him, he would've kept it. People do, sentiment. No, he wanted to get rid of it, so he left her."
Bagaimana Sherlock membuktikan bahwa saudara laki-laki Watson-lah yang meninggalkan istrinya? Pertama-tama, ia mengasumsikan sebaliknya. Bagaimana seandainya istrinya-lah yang meninggalkannya? Saudara laki-laki Watson pasti akan menyimpan handphone itu. Karena handphone itu malah diberikan pada Watson, asumsi tadi salah, sehingga Sherlock bisa dengan yakin mengatakan kebalikannya.
Contoh yang lebih kompleks dari reductio ad absurdum adalah proses eliminasi. Proses eliminasi sebenarnya adalah serangkaian pembuktian berdasarkan kontradiksi. Misalnya di novel Sign of Four, Sherlock mengemukakan argumen ini.
"'How then did you deduce the telegram?'
'Why, of course I knew that you had not written a letter, since I sat opposite to you all morning. I see also in your open desk there that you have a sheet of stamps and a thick bundle of postcards. What could you go into the post-office for, then, but to send a wire?'"
Proses yang Sherlock lakukan kali ini mirip dengan apa yang kita lakukan saat ujian pilihan ganda. Eliminasi. Mari kita lakukan dengan cara Sherlock. Anggap ini soal ujian, maka kira-kira soalnya akan jadi seperti ini: Watson pergi ke kantor pos. Apa yang ia lakukan:
1. Mengirim surat
2. Membeli perangko
3. Mengirim telegram
4. Mengirim kartu pos
Watson tidak menulis surat (pilihan 1 salah), dan tidak membeli perangko atau mengirim kartu pos (2 dan 4 salah). Sisanya, dia mengirim telegram. Bayangkan jika kita harus membuktikan bahwa Watson mengirim telegram tanpa proses eliminasi. Bahkan Sherlock pun akan kesulitan. Dengan latihan yang cukup, logika semacam ini sangat membantu dalam membuat kesimpulan setiap harinya.
Siap mencoba?
CATATAN DASAR MENJADI
DETEKTIF
Kasus yang paling umum, justru kasus yang paling misterius,
karna mencampurkan keanehan dan misteri, kadang bukti justru diabaikan, dan
lebih lebih memilih menggunakan insting manusia.......
Kalau detektif menyerah maka kasus akan jadi buntu, dan yang tertawa di akhir justru adalah sang penjahat...
Detektif bekerja menurut imajinasinya, kemudian mempraktekkannya (mencari bukti dan lain sebagainya).....
Ketika kamu telah mengeliminasi pilihan yang tidak mungkin benar, apapun yang tersisa, itulah yang benar..
Pertanyaan yang dijawab dengan pertanyaan itulah yang namanya misteri....
Kalau detektif menyerah maka kasus akan jadi buntu, dan yang tertawa di akhir justru adalah sang penjahat...
Detektif bekerja menurut imajinasinya, kemudian mempraktekkannya (mencari bukti dan lain sebagainya).....
Ketika kamu telah mengeliminasi pilihan yang tidak mungkin benar, apapun yang tersisa, itulah yang benar..
Pertanyaan yang dijawab dengan pertanyaan itulah yang namanya misteri....
Spoiler for Basic
Rule:
1. Jangan percaya siapapun.
2. Jangan sampai yang ditanya merasa bahwa info yang dia berikan penting bagi kita.
3. Gunakan teknologi yang ada yang dapat membantu
4. Berpikirlah cara sederhana terlebih dahulu, gak usah mikir2 cara yg ribet.
5.Membaca situasi
6. Membaca bahasa tubuh
7. Mengidentifikasikan beberapa jenis benda dengan pengamatan sebentar
8. Konsentrasi yang tinggi & baik & sehat
9. Bisa dipercaya
10. Bisa mengingat detail (ini bisa dibantu dengan catatan)
11. Mengidentifikasi kode (code breaking, solving)
2. Jangan sampai yang ditanya merasa bahwa info yang dia berikan penting bagi kita.
3. Gunakan teknologi yang ada yang dapat membantu
4. Berpikirlah cara sederhana terlebih dahulu, gak usah mikir2 cara yg ribet.
5.Membaca situasi
6. Membaca bahasa tubuh
7. Mengidentifikasikan beberapa jenis benda dengan pengamatan sebentar
8. Konsentrasi yang tinggi & baik & sehat
9. Bisa dipercaya
10. Bisa mengingat detail (ini bisa dibantu dengan catatan)
11. Mengidentifikasi kode (code breaking, solving)
Spoiler for Type
Detective:
1. Fact-based Detective
detektif yang bekerja berdasarkan fakta dan bukti yang ada dengan menggunakan metode yang sistematis, tidak terpengaruh oleh perasaan-perasaan atau pendapat-pendapat yang berhubungan dengan emosi. tekhnik ini bisa diterapkan pada kasus apa saja tidak terkecuali.
Kelebihan:
= Cenderung cepat mengumpulkan informasi
Kekurangan:
= Terlambat sedikit saja, bukti hilang
Fictional Version : Sherlock Holmes, Nero Wolfie
2. Psychological Detective
detektif yang bekerja berdasarkan cerita atau kejiwaan orang yang terlibat kasus tersebut, bukti dan fakta hanya sebagai pelengkap untuk menentukan kebenaran dari kesimpulan yang didapat dari cerita / tanda2 kejiwaan, (walaupun, secara psycho - kejiwaan - orang tersebut adalah pelaku, tanpa bukti pun tak bisa mengakibatkan orang tersebut mendekam di sel).
Kelebihan:
= Dapat mengungkap kasus2 yang terpendam di masa lalu, karena berdasarkan ingatan.
Kekurangan:
= Terkadang kesimpulan dari kejiwaan tersebut tidak didampingi barang bukti yang mendukung.
Fictional Version : Hercule Poirot, Dr. Laszlo Kreizler
3. Mixed Detective
detektif yang menggunakan 2 metode di atas secara seimbang.
Kelebihan:
= Proporsional
Kekurangan:
= Kalau kurang teliti, dapat mencampuraduk kedua metode di atas.
4. Non categorized
detektif yang kerjaanya cuma sebagai 'pencari info', dikategorikan sebagai yang satu ini.
biasanya pekerjaannya:
1. Mengecek Perselingkuhan
2. Mengecek kehidupan seseorang
3. Melacak sesuatu.
detektif yang bekerja berdasarkan fakta dan bukti yang ada dengan menggunakan metode yang sistematis, tidak terpengaruh oleh perasaan-perasaan atau pendapat-pendapat yang berhubungan dengan emosi. tekhnik ini bisa diterapkan pada kasus apa saja tidak terkecuali.
Kelebihan:
= Cenderung cepat mengumpulkan informasi
Kekurangan:
= Terlambat sedikit saja, bukti hilang
Fictional Version : Sherlock Holmes, Nero Wolfie
2. Psychological Detective
detektif yang bekerja berdasarkan cerita atau kejiwaan orang yang terlibat kasus tersebut, bukti dan fakta hanya sebagai pelengkap untuk menentukan kebenaran dari kesimpulan yang didapat dari cerita / tanda2 kejiwaan, (walaupun, secara psycho - kejiwaan - orang tersebut adalah pelaku, tanpa bukti pun tak bisa mengakibatkan orang tersebut mendekam di sel).
Kelebihan:
= Dapat mengungkap kasus2 yang terpendam di masa lalu, karena berdasarkan ingatan.
Kekurangan:
= Terkadang kesimpulan dari kejiwaan tersebut tidak didampingi barang bukti yang mendukung.
Fictional Version : Hercule Poirot, Dr. Laszlo Kreizler
3. Mixed Detective
detektif yang menggunakan 2 metode di atas secara seimbang.
Kelebihan:
= Proporsional
Kekurangan:
= Kalau kurang teliti, dapat mencampuraduk kedua metode di atas.
4. Non categorized
detektif yang kerjaanya cuma sebagai 'pencari info', dikategorikan sebagai yang satu ini.
biasanya pekerjaannya:
1. Mengecek Perselingkuhan
2. Mengecek kehidupan seseorang
3. Melacak sesuatu.
Spoiler for
Point-point penting dalam kasus pembunuhan:
- Mencari senjata yang digunakan pelaku....
- Mencek alibi tiap-tiap orang yang berkaitan, >>> si pelaku memakai panggung belakang supaya tak ada kesempatan dirinya dinyatakan sebagai pembunuh, biasanya orang yang alibinya paling lemah, atau tak punya alibilah pelakunya, tapi hati-hati terhadap skenario pelaku yang kadang justru menjebak orang lain....
- Memeriksa tempat kejadian, periksa dengan seksama seluruh tkp, meskipun terhadap hal yang dianggap orang tak penting, dan jangan lupa memeriksa tempat sampah yang berada pada jangkauan tkp....
- Melacak ciri-ciri pelaku, hati-hati terhadap penyamaran identitas pelaku, contoh : mungkin saja pelaku membuat dirinya seolah-olah laki-laki padahal dia perempuan (menggaraukan suara di telpon misalnya)...
- Mencek alibi tiap-tiap orang yang berkaitan, >>> si pelaku memakai panggung belakang supaya tak ada kesempatan dirinya dinyatakan sebagai pembunuh, biasanya orang yang alibinya paling lemah, atau tak punya alibilah pelakunya, tapi hati-hati terhadap skenario pelaku yang kadang justru menjebak orang lain....
- Memeriksa tempat kejadian, periksa dengan seksama seluruh tkp, meskipun terhadap hal yang dianggap orang tak penting, dan jangan lupa memeriksa tempat sampah yang berada pada jangkauan tkp....
- Melacak ciri-ciri pelaku, hati-hati terhadap penyamaran identitas pelaku, contoh : mungkin saja pelaku membuat dirinya seolah-olah laki-laki padahal dia perempuan (menggaraukan suara di telpon misalnya)...
Spoiler for About
Bukti:
Bukti adalah saksi bisu. Demikianlah yang diyakini oleh para
penyelidik. Oleh karena itu, bukti harus diperlakukan secara hati-hati. Begitu
bukti hilang atau rusak, kasusnya bisa berantakan. Tanpa bukti, tidak ada pelaku
kriminal yang bisa diajukan ke pengadilan. Ilmu tentang pelacakan bukti sudah
dikembangkan sejak tahun 1880, disederhanakan pada tahun 1900, dan terus
disempurnakan lewat komputerisasi serta penelitian DNA. Siapa bisa membungkam
saksi bisu?
Spoiler for Cara
kerja n Peralatan yang minimal harus di bawa seorang detektif:
Cara bekerja seorang detective:
1. Independen = bekerja sendiri secara pribadi
2. Bersama Instansi Hukum = bekerja disewa / beriringan dengan lembaga yg berwajib
Peralatan yang minimal harus di bawa / dimiliki seorang detective:
Type Fact-Based:
1. Catatan & Pensil / Pena
2. Tas peralatan yang kurang lebih berisi hal sbb:
- sarung tangan karet
- pinset
- kaca pembesar
- pita pengukur
- plastik kecil (untuk mengamankan barang bukti, bila anda bekerja independen)
- pendeteksi sidik jari (optional, gak harus, karena bisa dilakukan pihak berwajib)
Type Psychological:
1. Catatan & Pensil / Pena
2. Recorder, untuk merekam cerita
Mixed:
semua barang yg dicantumkan di atas.
1. Independen = bekerja sendiri secara pribadi
2. Bersama Instansi Hukum = bekerja disewa / beriringan dengan lembaga yg berwajib
Peralatan yang minimal harus di bawa / dimiliki seorang detective:
Type Fact-Based:
1. Catatan & Pensil / Pena
2. Tas peralatan yang kurang lebih berisi hal sbb:
- sarung tangan karet
- pinset
- kaca pembesar
- pita pengukur
- plastik kecil (untuk mengamankan barang bukti, bila anda bekerja independen)
- pendeteksi sidik jari (optional, gak harus, karena bisa dilakukan pihak berwajib)
Type Psychological:
1. Catatan & Pensil / Pena
2. Recorder, untuk merekam cerita
Mixed:
semua barang yg dicantumkan di atas.
Spoiler for Tips
& What to do in an Interview:
- Usahakan buat client senyaman mungkin sehingga dia bisa
percaya sepenuhnya sama kita.
- Bila dia sudah percaya kita, dia pasti akan menghadapi kita layaknya teman bukan sebagai detektif.
- kepercayaan client awal dari bicara jujurnya client.
- Tanyakan hal-hal yang penting & mendetail.
- bila kita kehilangan 1 detail, bisa menjadi kesalahan pada deduksi / imajinasi.
- Bila dia sudah percaya kita, dia pasti akan menghadapi kita layaknya teman bukan sebagai detektif.
- kepercayaan client awal dari bicara jujurnya client.
- Tanyakan hal-hal yang penting & mendetail.
- bila kita kehilangan 1 detail, bisa menjadi kesalahan pada deduksi / imajinasi.
|
S
|
hinichi Kudo, tokoh utama dalam Anime "Detective
Conan" sebagai detektif yang hebat, mempunyai kemampuan untuk menyerap
data dan informasi sampai sedetil mungkin lalu menganalisisnya hingga menjadi
hipotesa yang hampir selalu tepat. Itu adalah bukti ia memiliki kecerdasan luar
biasa untuk menguasai ilmu pengetahuan di segala bidang, … kecuali satu bidang yang
sangat sulit ia kuasai yaitu musik. Karena itu ia tidak suka dan tidak bisa
menyanyi.
Ia juga punya keberanian luar biasa (bahkan cenderung
nekat), dan rela mempertaruhkan nyawa untuk melindungi orang-orang yang
disayanginya dalam sepak terjangnya di dunia kriminal. Singkatnya, Shinichi
adalah pemuda serba bisa yang cekatan, suka menolong, setia kawan, penuh
percaya diri, dan bersemangat tinggi. Karena banyak kemampuannya itu maka ia
terkesan sombong, walau kehebatannya memang tak bisa dipungkiri.
Aku terinspirasi olehnya karena itulah aku sangat ingin
menjadi Detektif walaupun buka detektif kepolisian , yang jelas jika aku sudah
punya kemampuan detektif aq sangat bersyukur karena dapat berguna dalam
kehidupan sehari-hari.
Iya, Pekerjaan Detektif bukan cuma mencari-cari kesalahan
orang , tapi Detektif itu sangat keren dan Perlu Pengetahuan yang luas untuk
bisa Menjadi Detektif. Mengenai Ilmu-ilmu yang digunakan diantaranya:
Umum Ilmu
Bagian dari pekerjaan menjadi detektif adalah pengujian
ide-ide, yang merupakan premis ilmu pengetahuan. Hal ini dapat menyebabkan
berbagai hasil dan analisis yang didasarkan pada kasus ini, diikuti oleh lebih
banyak untuk mengeksplorasi, sebaiknya diikuti dengan penemuan. Singkatnya,
program studi ilmu pengetahuan mulai didasarkan pada konsep pengumpulan data
dan kemudian menginterpretasikannya. Hal yang sama berlaku untuk pekerjaan
detektif.
Ilmu Masyarakat
Sangat penting bagi detektif untuk memahami berbagai tingkat
masyarakat dan budaya beragam, hanya karena ini adalah dua cara orang-orang dan
kasus mereka sedang menyelidiki dipengaruhi dan dibentuk - oleh orang-orang di
sekitar mereka. Sosiologi bukan persyaratan untuk pekerjaan polisi, tapi bisa
membuktikan menjadi berguna ketika detektif dimulai penelitiannya.
Ilmu Pikiran
Entry-level psikologi adalah tempat yang baik untuk memulai
untuk detektif pemula, sebagai pekerjaan terdiri dari berurusan dengan
orang-orang untuk menemukan informasi. Mampu memahami jiwa seseorang - terlepas
dari apakah ia adalah pelaku - memungkinkan detektif untuk membaca orang dan
mendapatkan petunjuk dalam perjalanan mereka untuk memecahkan kejahatan.
Psikologi program juga berharga ketika datang ke kebiasaan belajar dan tren.
Ilmu Tubuh
Untuk memecahkan suatu kejahatan, itu akan membantu untuk
dapat menentukan penyebab kematian atau cedera harus mereka terjadi. Sementara
detektif tidak perlu menjadi ahli dalam kedokteran, kursus dalam ilmu dasar dan
anatomi akan membantu mereka memiliki pemahaman yang lebih baik dari aspek
fisik dari kasus di mana mereka bekerja. Mempelajari daerah ini akan sangat
penting bagi seseorang yang ingin menjadi seorang detektif pembunuhan.
Lanjutan Ilmu
Detektif tidak perlu menjadi sangat berpengalaman dalam
bidang luar kriminologi (ilmu-kursus lain yang terkait), namun harus memiliki
pemahaman dasar tentang banyak daerah. Sebuah kursus di ilmu terapan akan
menjadi instrumental dalam membantu detektif bercita-cita belajar bagaimana
menerapkan pengetahuan dalam satu bidang untuk memecahkan kasus yang melibatkan
bidang lain. Terapan ilmu ini sangat berguna ketika datang untuk belajar
dasar-dasar penelitian - sesuatu setiap kebutuhan detektif sukses.
Memang tidak mudah menjadi Detektif tapi.... Jika kita mempunyai tekad yang kuat dan berusaha Pasti akan tercapai. Itulah yang kulakukan sekarang.....
Yap, Inilah Cita-citaku. Aku akan berusaha agar bisa menjadi detektif.
oh. Selain Menjadi Detektif aku juga berkeinginan bisa menginjakkan kaki di Negara asal Shinichi Kudo "Jepang" , di sana aku ingin mengunjungi Conan Town.....
Memang tidak mudah menjadi Detektif tapi.... Jika kita mempunyai tekad yang kuat dan berusaha Pasti akan tercapai. Itulah yang kulakukan sekarang.....
Yap, Inilah Cita-citaku. Aku akan berusaha agar bisa menjadi detektif.
oh. Selain Menjadi Detektif aku juga berkeinginan bisa menginjakkan kaki di Negara asal Shinichi Kudo "Jepang" , di sana aku ingin mengunjungi Conan Town.....
Langganan:
Postingan (Atom)
